Dulu waktu kecil,aq masih ingat tentang kehebohan pas perayaan hari kemerdekaan Indonesian. Heboh karna aq yg sedari TK sampai SMU memerlukan waktu berbulan-bulan untuk menyambut perayaan itu. Kenapa??? Karena untuk perayaan itu kami sebagai salah satu tim yg "must take a part" harus latihan berbulan-bulan dan tentu saja agar sekolah kami menang dalam pawai 17-an. Di hari "H"nya, kota kecilku sangat meriah, semuanya, tua-muda,laki-laki perempuan tumpuh ruah kejalan menyambut pawai dari seluruh instansi dan sekolah yg ada di ibukota TK.II itu.
Aku yg sebagai siswi "cukup teladan" tentu saja selalu diikutsertakan dalam kemeriahan itu. Terkadang aku ikut dalam grup drum band (marching band ), atau terkadang penari marching bandnya,dan prestasi yang aku rasa cukup "prestise" adalah pada saat aku didaulat menjadi pimpinan drum band (mayoret - red).
Satu hal yang terkadang aku lakoni saat perayaan adalah jika aku harus memerankan "cita-cita" jika dewasa nanti.
Mengenai cita-cita,aku tak tau, apakah hanya aku atau yang lain pun mengalami perubahan cita-cita dlm hidupnya. Dulu waktu kecil cita-cita favorit ku dan jawaban yg langsung aku teriakan secara lantang ketika ada orang yang bertanya apa cita-cita ku, adalah "Dokter". Ntah kenapa...Mungkin "Justifikasi" saja dari org2 disekitar yg melihat klo seorang dokter adalah seorang yg pintar, baik dan akan memiliki kemapanan hidup yg baik juga.
Beranjak remaja, justru aku mulai bingung kalau ada orang yg bertanya tentang cita-cita. Aku tidak tau dan tidak merasa penting rasanya untuk bercita-cita. Yang aku lakoni saat itu adalah kalo aku hanya terus belajar, serajin-rajinnya, dan mengenai cita-cita biarlah jurusan pada saat kuliah nanti yg menentukannya.
Beranjak dewasa, merantau keluar kota, meninggalkan ibu dan adik ku dikota kecil, membuat cita-cita ku berubaha lagi. Kepada teman-teman yang bertanya mau kerja dimana saat selesai kuliah nanti, aku menjawab kalo aku mau pulang saja ke daerah, mengabdi sebagai PNS disana, dekat dgn keluarga terutama adik dan ibu...Hahaha...pada saat itu aku merasa itu adalah cita-cita terhebat yg pernah aku miliki dan jg sebagai bentuk pengabdian yg tak terhingga kpd ibu...
Rencana tinggal rencana, begitu selesai D3 nyatanya aku ditakdirkan untuk melanjutkan sekolah S1 di kota pelajar. Cita-cita ku menjadi PNS di Tk.II terpaksa dikubur dulu dalam-dalam,mungkin selesai S1 bisa diwujudkan....
Bukannya mewujudkan cita-cita yg telah lama direncanakan, kuliah dijogja ternyata membuka mata dan hati ku lebar-lebar, bahwa pekerjaan tidak hanya PNS atau dokter (dokter - walaupun sudah tak mungkin lg) bagi ku, bahwa ternyata cita-cita mulia tidak selamanya baik bagi kua, bahwa diluar sana msih banyak tempat kerja yg lebih menjanjikan, masih ada BUMN, perusahaan Migas, dan perusahaan telekomunikasi yg menjanjikan karier.....
Yes..this is my new starting point..
Hidup di jogja yang tidak lebih dari 2 tahun mampu membuka wawasan ku, pengalaman dan mampu juga merubah segala cita-cita yang telah aku rencanakan sebelumnya. Meskipun harus aku syukuri sekarang klo aku juga hanya menjadi PNS pd akhirnya, kabar baiknya adalah bahwa saya bukan menjadi PNS di Tk.II dan kabar buruknya adalah kalo aku sekarang mengabdi sbg abdi negara di kota yg selalu ingin aku hindari....
Setahun lebih belajar jadi abdi negara dan berkarier disalah satu Kementerian bergengsi di Negeri ini mengubah cita-cita ku lagi, bahwa saya ingin keluar negeri , ingin keliling dunia, ingin melihat dunia luar. Dan saat ini, saat aku menginjakkan kaki di Kementeriaan ini, aku tau itu semua mungkin...
Let Time Do It.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar